About Me

header ads

Aku Baper (Suatu Perjalanan)





Assalamualaikum wr wb

Seharusnya aku beruntung ditakdirkan untuk menjalani hidup yang lurus dan tanpa cela. Lahir dalam keadaan Islam, dibesarkan orang tua yang sedikit paham tentang agama, dan tumbuh kembang dalam lingkungan yang selalu mengingatkan akan kebenaran dan kebaikan. Tetapi aku memilih untuk bersusah payah, merangkak dan membersihkan diri dari lumpur hina. Sebelum akhirnya aku mengenal hidayah dan hikmah serta nikmatnya Iman dan Islam.

Masa lalu yang kelam, dosa menggunung dan lalai melaut, sedangkan ampunan Allah swt terbentang luas. Kepayahan membendung diri yang semakin jauh dari rasa takut, tetapi Allah swt selalu mengabarkan kasih dan cinta-Nya agar aku kembali memeluk ketaatan yang sempat hilang. Ketika hati sudah terketuk untuk kembali, Allah swt membukakan jalan melalui sebuah pertemanan. Teman yang selama ini aku tunggu, teman yang selama ini aku cari.

Awalnya tak penting memilih berteman dengan siapa, tetapi perlahan tanpa sadar aku berubah menyerupai siapa-siapa yang aku temani. Oleh karena itu, aku berdo'a agar dipertemukan dengan teman yang akan membawaku kepada kebenaran. Dan Alhamdulillah seiring perjalanan do'a itupun terkabul, aku menemukan teman-teman yang selama ini sangat aku butuhkan.

Semua berawal ketika aku bekerja di salah satu mini market bergenre Islam, dan aku mulai mengenal rekan kerjaku yang bernama Lugas. Lugas mengajakku untuk bergabung dengan komunitas yang sudah lebih dulu dia geluti, BAPER namanya. BAPER kepanjangan dari bawa perubahan, dengan motto basthotan fil ilmi wal jism (QS Al Baqarah : 247) yang artinya "ilmu yang luas dan jasmani yang kuat". BAPER hanyalah komunitas Islam yang beranggotakan sedikit orang, disana aku mengenal Fauzan, Angga, Dika, Rafi, Septa, Amri, Arya, Alan, Kholis dan teman-teman lain yang aku tak dapat sebutkan satu persatu.

Bersama komunitas ini, kami berusaha untuk mempelajari Islam secara kaffah. Dari mulai tadabur quran, bedah buku dan segala bentuk pengetahuan tentang islam kami diskusikan bersama-sama. Mencoba memahami dan berusaha mengamalkan ilmu-ilmu Iman dan Islam di zaman yang Islam terlihat asing bagi umat Islam itu tersendiri. Ya walaupun dalam setiap prakteknya, iman yang terkadang turun naik tanpa sadar masih saja menghambat perjalanan kami. Hijrah memang tidak mudah, tetapi melebur dosa-dosa dengan amalan baik adalah jalan terbaik yang mau tidak mau atau suka tidak suka harus tetap aku jalani.

Tidak semua orang punya masa lalu yang pantas dibanggakan, pun mereka juga berhak mengukir masa depan yang lebih baik lagi. Daripada menghabiskan sisa waktu hidup untuk hal-hal yang sebenarnya sudah pasti, ada baiknya sesekali sibuk menggalau untuk memperbaiki diri. Tentang masa lalu yang kelam, aku meninggalkan semuanya dan hanya bisa menangis ketika ingat akan hal itu. Berharap jika ibadahku selama ini tak pernah maksimal, Allah swt meridhoi tangis penyesalan atas dosa-dosa yang aku perbuat kala itu. Wallahualam.

Kita adalah orang-orang yang selalu mencari alasan untuk tetap bertahan atas segala sesuatu, semoga dengan cerita singkat ini mampu menggugah dan mengantarkan kita semua menjadi individu-individu yang berbenah.


Wassalamualaikum wr wb

Posting Komentar

0 Komentar