
Mungkin kamu pikir aku adalah si bodoh yang mudah tertipu. Padahal aku telah menyadari dan menerka itu semua sejak awal. Hanya saja, aku tak pernah membicarakannya. Lanjutkan saja ceritamu bersamanya, tak perlu resahkan aku. Sudah lama aku tak menangis, karena bosan, bodo amat, bahkan muak. Kunikmati hari-hari bersama tawa, karena semua yang aku tahu ternyata benar adanya.
Aku sudah terbiasa dengan langkahku, takkan kusesali apapun yang terjadi di masa lalu. Sebab aku selalu yakin, bahwa satu-satunya di dunia ini yang tak akan pernah meninggalkanku adalah Rabbku.
Aku tidak pernah mengkhawatirkan apapun yang belum tentu menjadi takdirku. Jika aku resah, mungkin hubunganku sedang tak baik dengan Penciptaku. Jika aku galau, mungkin telah berkurangnya waktuku berdua dengan mushafku.
Kini aku jauh lebih tenang, ketika sumber bahagiaku bukan lagi tentang manusia dan pernak pernik dunia. Pun jika aku bersedih, tugasku hanya membenahi ibadah-ibadahku, serta mengatur ulang ritme langkahku.

0 Komentar