About Me

header ads

Berkah atau Beban

Berkah atau Beban

Jika seseorang mendapatkan rumah besar, itu adalah berkah. Tapi harus membersihkannya setiap hari, itu adalah beban. Jika seseorang mempunyai bayi, itu adalah berkah. Tapi harus bangun tengah malam untuk mengurusnya, itu adalah beban.

Jika seseorang mencapai gelar sarjana tinggi, itu adalah berkah. Tapi harus belajar dengan keras untuk mendapatkannya, itu adalah beban. Jika kita mendapatkan kesembuhan yang sempurna, itu adalah berkah. Tapi harus setiap hari merawat serta memelihara kesehatannya, itu adalah beban.

Berkah dan beban adalah satu kesatuan paket yang tidak dapat dipisahkan. Kita tidak dapat hanya meminta berkah tanpa mau mendapatkan beban.

Jika kita memusatkan perhatian kita kepada beban, maka kita tidak akan pernah merasakan adanya berkah. Tapi apabila kita memusatkan perhatian kita kepada berkah yang akan kita terima, maka kita akan merasa ringan untuk menanggung bebannya.

Ingatlah bahwa beban yang kita pikul tidak akan melampaui kemampuan kita.

Sebab itu..

Bersyukurlah setiap hari, karena setiap hari adalah berkah. Kekecewaan adalah produk dari pengharapan yang salah. Jika kita terus membiarkan kekecewaan selalu ada dalam pikiran kita, maka kita sendirilah yang akan merugi.

Di manapun kita berada, pasti ujungnya akan terus merasa kecewa. Yang patut diperbaiki adalah pengharapan kita yang salah di ubah menjadi pengharapan yang benar.

Caranya??

Belajarlah fleksibel dan mensyukuri apapun yg terjadi.

Air yang bening tanpa sesuatu di dalamnya, walaupun di aduk-aduk seperti apa pun, tidak akan jadi keruh. Mungkin hanya berputar, beriak, bergelombang, tapi tak akan berubah warna.

Berdamailah dengan ketidaksempurnaan dan kekecewaan!!!

Posting Komentar

0 Komentar